11 Film Terbaik Margot Robbie

Margot Robbie telah menjadi salah satu aktris paling berbakat dan dicari di Hollywood dalam dekade terakhir. Sejak debutnya, aktris yang saat ini dikabarkan sedang mengandung anak pertama telah tampil dalam berbagai film yang menunjukkan bakat aktingnya dan kemampuannya untuk mengambil berbagai peran yang berbeda.
Dari drama hingga komedi dan dari aksi hingga biopik, Margot Robbie telah membuktikan dirinya sebagai salah satu talent paling berharga di industri film saat ini. Dalam artikel ini, kita akan membahas film-film terbaik yang diperankan oleh Margot Robbie.
The Wolf of Wall Street (2013)
Film yang bisa dibilang menjadi batu loncatan Margot Robbie ke dunia Hollywood adalah The Wolf of Wall Street yang disutradarai oleh Martin Scorsese. Dalam film ini, Robbie berperan sebagai Naomi Lapaglia, istri kedua dari Jordan Belfort, yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Meskipun ini adalah salah satu peran besar pertamanya di Hollywood, Robbie berhasil mencuri perhatian dengan penampilannya yang karismatik dan penuh percaya diri.
Naomi adalah karakter yang kompleks. Dia glamor, berani, dan tidak takut untuk menghadapi suaminya yang tidak setia dan terlibat dalam berbagai skandal. Robbie berhasil memberikan dimensi yang kuat pada karakternya dan membuat Naomi lebih dari sekadar istri trofi yang glamor.
Adegan-adegan emosional dan konfrontatif antara Robbie dan DiCaprio menunjukkan bahwa dia bisa bersanding dengan aktor-aktor terbaik di industri ini. Film ini sukses besar di box office dan mendapatkan banyak pujian kritis. Film ini juga membantu menempatkan Robbie di peta Hollywood sebagai salah satu aktris muda yang paling menjanjikan.
Suicide Squad (2016) dan Birds of Prey (2020)
Salah satu peran paling ikonik Margot Robbie adalah Harley Quinn, seorang karakter anti-hero dari DC Comics yang pertama kali dia perankan dalam film Suicide Squad pada tahun 2016. Meskipun film ini menerima ulasan campuran, penampilan Robbie sebagai Harley Quinn dipuji oleh kritikus dan penonton. Dia berhasil menghidupkan karakter Harley dengan sempurna dengan menampilkan sisi gila, lucu, dan emosional dari karakter yang kompleks ini.
Keberhasilannya dalam memerankan Harley Quinn membuat Robbie kembali memerankan karakter tersebut dalam film Birds of Prey pada tahun 2020. Berbeda dengan Suicide Squad, Birds of Prey memberikan lebih banyak fokus pada Harley Quinn. Film ini berusaha menjelajahi latar belakang dan perjalanan pribadinya setelah putus dari Joker.
Film ini menawarkan kesempatan bagi Robbie untuk lebih menggali kedalaman emosional dan komedi dari Harley, dan penampilannya sukses mendapat banyak pujian. Robbie juga terlibat sebagai produser untuk film ini. Ia tak hanya berinvestasi dalam perannya tetapi juga dalam pengembangan cerita yang kuat dan representasi perempuan di layar lebar.
Baca juga : Di Balik Layar Black Panther: Wakanda Forever
I, Tonya (2017)
I, Tonya adalah film biopik yang mengisahkan kehidupan ice skater kontroversial bernama Tonya Harding, dan ini mungkin salah satu peran paling menantang yang pernah diambil Margot Robbie. Dalam film ini, Robbie tidak hanya menunjukkan kemampuan aktingnya yang luar biasa, tetapi juga komitmen fisik dan emosional untuk perannya. Dia menghabiskan berbulan-bulan berlatih skating untuk memastikan penampilannya sempurna dan usahanya terbukti berhasil.
Robbie berhasil menangkap esensi dari Harding, seorang atlet berbakat yang terlibat dalam salah satu skandal terbesar dalam sejarah olahraga Amerika. Film ini tidak hanya menggambarkan sisi kompetitif dan ambisius dari Harding, tetapi juga menunjukkan latar belakangnya yang sulit dan tekanan yang dia hadapi dari ibunya yang kejam serta lingkungan yang keras.
Penampilan Robbie sebagai Harding begitu memukau hingga membuatnya dinominasikan dalam Oscar untuk Aktris Terbaik. I, Tonya menjadi bukti bahwa Robbie mampu menghidupkan karakter-karakter yang kompleks dan kontroversial serta mampu mendalami sisi empati yang jarang terlihat dalam film biopik.
Once Upon a Time in Hollywood (2019)
Film Quentin Tarantino ini menampilkan Margot Robbie sebagai Sharon Tate, aktris yang tragis dibunuh oleh pengikut Charles Manson pada tahun 1969. Once Upon a Time in Hollywood bukanlah film biopik tradisional. Film ini adalah cerita fiksi yang berlatar belakang di era tersebut dengan elemen-elemen sejarah yang nyata. Peran Robbie sebagai Sharon Tate adalah peran yang penuh rasa hormat dan kesederhanaan.
Tarantino menggunakan Robbie untuk menghadirkan karakter yang cerah dan penuh harapan di layar serta seakan-akan untuk menghormati ingatan Sharon Tate yang asli. Meskipun dialog Robbie dalam film ini minimal, kehadiran fisiknya dan kemampuan untuk menyampaikan emosi melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuhnya sangat kuat. Dia berhasil merepresentasikan Tate yang penuh ceria dan hangat sehingga menjadikannya sosok yang dicintai oleh banyak orang.
Mary Queen of Scots (2018)
Dalam film Mary Queen of Scot, Margot Robbie memerankan Ratu Elizabeth I. Peran ini menuntutnya untuk melakukan transformasi fisik dan juga pemahaman mendalam tentang karakter sejarah yang kompleks. Film ini mengisahkan persaingan pribadi dan politik antara Ratu Elizabeth I dari Inggris dan sepupunya yaitu Mary Queen of Scots yang diperankan oleh Saoirse Ronan.
Robbie menunjukkan sisi lain dari kemampuannya dengan memerankan ratu yang kuat namun rentan serta seseorang yang harus membuat keputusan sulit demi kelangsungan kekuasaannya dan negaranya. Transformasi fisiknya sebagai Elizabeth I cukup drastis.
Dengan penggunaan makeup dan prostetik untuk menggambarkan cacat kulit yang terkenal dari sang ratu, hal ini menggambarkan komitmen Robbie untuk benar-benar berubah menjadi karakternya. Penampilannya berhasil menangkap kompleksitas emosi Elizabeth. Dari ketakutannya akan pengkhianatan hingga ambisinya untuk mempertahankan kekuasaan.
Baca juga : Rekomendasi Film yang Anda Wajib Tonton
Bombshell (2019)
Bersamaan dengan Charlize Theron dan Nicole Kidman, Margot Robbie tampil dalam Bombshell, sebuah film yang mengisahkan tentang skandal pelecehan seksual di Fox News. Robbie memerankan seorang karakter fiktif bernama Kayla Pospisil, seorang produser ambisius di Fox News yang berada dalam situasi yang sulit ketika dia mengalami pelecehan seksual oleh CEO perusahaan yaitu Roger Ailes.
Peran Robbie di Bombshell membutuhkan rentang emosional yang luas, mulai dari sosok pekerja junior yang ceria dan ambisius, hingga ketakutan dan kebingungannya setelah mengalami pelecehan. Adegan-adegan di mana Kayla berhadapan dengan realitas pelecehan dan tekanan untuk tetap diam adalah beberapa yang paling tragis dalam film ini.
Robbie memerankannya dengan kejujuran dan rasa empati yang luar biasa. Penampilannya di Bombshell mendapatkan nominasi Oscar untuk Aktris Pendukung Terbaik. Hal ini membuktikan kembali statusnya sebagai salah satu aktris terbaik di generasinya.
Focus (2015)
Focus adalah film kriminal romansa yang menempatkan Margot Robbie berseberangan dengan karakter bernama Will Smith. Dalam film ini, Robbie memerankan Jess Barrett, seorang penipu yang sedang belajar dari seorang veteran, Nicky Spurgeon (Smith). Chemistry antara Robbie dan Smith menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Robbie menunjukkan kemampuan aktingnya untuk memadukan kecerdasan, pesona, dan daya tarik visual dalam satu peran.
Meskipun Focus mungkin bukan film yang paling populer dalam sejarah kariernya, namun film ini membantu memperkuat kemampuannya untuk memimpin sebuah film dan berbagi layar dengan bintang-bintang besar. Karakter Jess yang cerdas dan menggoda membuktikan bahwa Robbie bisa bermain dalam berbagai genre, dari drama serius hingga film yang lebih ringan.
Terminal (2018)
Terminal adalah film thriller neo-noir yang menampilkan Margot Robbie sebagai Annie, seorang femme fatale yang bekerja dalam dunia bawah tanah kriminal. Film ini mungkin tidak menerima ulasan terbaik, tetapi penampilan Robbie sebagai karakter yang manipulatif dan penuh rahasia menunjukkan bahwa dia bersedia mengambil risiko dan memainkan peran yang tidak biasa.
Annie adalah karakter yang berlapis-lapis dan Robbie membawakan karakternya dengan sentuhan dingin dan intens. Meskipun film ini mungkin tidak mendapatkan perhatian luas, Terminal menunjukkan keberanian Robbie untuk mengambil film yang berbeda.
Z for Zachariah (2015)
Dalam Z for Zachariah yaitu sebuah film pasca-apokaliptik, Margot Robbie memerankan Ann Burden. Ann adalah seorang wanita muda yang percaya bahwa dia mungkin satu-satunya yang selamat dari kiamat nuklir.
Ketika dua pria lain yang diperankan Chiwetel Ejiofor dan Chris Pine muncul, ketegangan cinta segitiga mulai terbentuk dengan ketiganya harus berhadapan dengan moralitas, kepercayaan, dan keinginan untuk bertahan hidup.
Film ini membawa Robbie untuk menampilkan emosi dari kesepian yang mendalam hingga harapan dan kecemasan yang datang dengan munculnya orang lain. Ann adalah peran yang lebih tenang dan introspektif dibanding dengan beberapa peran besarnya yang lain, tetapi Robbie menunjukkan bahwa dia bisa membawa intensitas bahkan ke peran yang lebih minimalis.
The Legend of Tarzan
Dalam The Legend of Tarzan, Margot Robbie berperan sebagai Jane Porter yaitu pasangan Tarzan yang diperankan oleh Alexander Skarsgard. Meskipun film ini adalah sebuah film aksi dan petualangan, peran Robbie sebagai Jane lebih dari sekadar karakter pendamping. Dia memerankan Jane sebagai seorang wanita kuat setara dengan Tarzan yang berjuang untuk dirinya sendiri dan tidak takut untuk menghadapi bahaya.
Robbie memberikan karakter Jane keberanian dan ketahanan yang menjadikannya lebih dari sekadar kekasih Tarzan. Film ini merupakan salah satu yang paling melekat di hati para penggemar. Tak heran, film ini juga yang membawanya ke film besar lainnya.
Dengan berbagai peran yang telah dimainkan Margot Robbie, jelas bahwa dia adalah aktris yang serba bisa dan berani mengambil berbagai tantangan. Dari drama sejarah hingga film superhero, dan dari biopik hingga thriller, Robbie terus menunjukkan bahwa dia adalah salah satu aktris di Hollywood yang kemampuannya tak main-main.
Barbie (2023)
Margot Robbie kembali memukau penonton di seluruh dunia dengan perannya sebagai Barbie dalam film Barbie (2023) yang disutradarai oleh Greta Gerwig. Film ini menandai perubahan besar dalam citra Barbie, mengubah karakter yang sebelumnya dianggap sebagai ikon kecantikan plastik menjadi tokoh yang lebih kompleks dan relevan dengan isu-isu saat ini. Robbie memerankan Barbie dengan nuansa yang lebih fresh dan menghadirkan kombinasi pesona klasik karakter tersebut dengan kedalaman emosional dan humor yang segar.
Dalam film ini, Robbie berhasil menyeimbangkan antara komedi dan drama. Dia menunjukkan kerentanannya dalam menghadapi krisis identitas dan berusaha menemukan makna di luar citra sempurna yang selama ini dikaitkan dengan nama Barbie. Kolaborasi dengan sutradara Greta Gerwig ini membuat Robbie mengeksplorasi karakter ini dengan cara yang tidak terduga dan berani.
