Pengalaman Menarik Menggunakan Sablon Plastik untuk Bisnis

Sebagai pelaku bisnis UMKM, saya sangat berhati-hati ketika memilih kemasan produk karena kemasan sangat berpengaruh pada tampilan dan kualitas produk. Agar produk yang memiliki tampilan yang menarik maka saya memilih menggunakan kemasan plastik. Untuk membuat kemasan ini, saya memilih menggunakan sablon plastik.
Sablon ini saya pilih karena harganya terjangkau dan mudah sekali didapatkan. Pada kesempatan ini, saya akan membagikan pengalaman saya saat menggunakan sablon jenis ini. Semoga pengalaman ini dapat menjadi inspirasi untuk Anda sekalian yang masih kebingungan memilih sablon untuk kemasan produk.
Alasan Utama Memilih Sablon Plastik
Ada banyak alasan yang mendasari saya untuk memilih sablon di plastik dibandingkan sablon pada kain atau material lainnya. Berikut ini beberapa alasannya.
Tahan Bahan Kimia dan Air
Jenis sablon ini mempunyai ketahanan yang sangat bagus terhadap minyak, air dan berbagai macam jenis bahan kimia. Hal ini sangat berbeda dengan sablon kain yang mudah sekali luntur atau mengalami kerusakan ketika terlalu sering terkena cairan.
Sedangkan untuk sablon ini bisa tetap bertahan meskipun dalam kondisi basah atau terkena bahan kimia secara langsung. Hal ini sangat cocok digunakan untuk produk-produk yang memerlukan ketahanan jangka panjang seperti kemasan makanan atau botol minuman.
Hasil Cetakan Detail dan Tajam
Teknik sablon ini bisa menghasilkan cetakan yang sangat detail dan tajam. Semua informasi yang akan dicetak pada kemasan plastik akan terlihat sangat jelas, mulai dari gambar, logo sampai dengan tulisan kecil sekalipun. Dengan cetakan yang detail maka produk bisa tampak lebih menarik dan lebih profesional.
Biaya Murah
Biaya untuk menggunakan teknik sablon ini jauh lebih murah dibandingkan digital offset atau printing. Teknik ini menawarkan biaya yang jauh lebih ekonomis khususnya untuk cetakan dalam volume yang besar. Kecilnya biaya produksi ini membuat pelaku usaha kecil mendapatkan kesempatan untuk memproduksi kemasan yang berkualitas tanpa harus mengeluarkan banyak biaya produksi.
Awet dan Tahan Lama
Produk yang dihasilkan dari teknik sablon ini terbukti mempunyai daya tahan yang sangat baik. Kemasan yang dibuat dari teknik ini tidak mudah mengelupas, rusak atau pudar karena penggunaan sehari-hari. Keunggulan ini tidak hanya menguntungkan pelaku usaha saja tapi juga menguntungkan konsumen karena produk yang dibeli tetap dalam kondisi yang bagus meskipun sudah lama digunakan.
Ramah Lingkungan
Dulu, teknik sablon ini jarang digunakan karena bahan plastik sulit sekali didaur ulang dan bisa menyebabkan pencemaran lingkungan. Namun sekarang banyak yang menggunakannya karena sudah banyak bermunculan jenis plastik yang dapat didaur ulang. Selain itu, proses pencetakan ini juga tidak membutuhkan banyak limbah cair sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan teknik cetak lainnya yang sering menghasilkan limbah berbahaya.
Proses Cepat
Proses sablon ini tidak membutuhkan waktu yang lama karena proses pengeringannya terbilang sangat cepat. Setelah melalui proses pencetakan pada media plastik biasanya bisa langsung dikeringkan menggunakan oven atau alat pengering lainnya. Proses ini tidak memakan waktu seharian penuh sehingga pelaku bisnis bisa memenuhi permintaan pasar dengan cepat tanpa mengurangi kualitas produk.
Pengalaman Pribadi Memakai Sablon Plastik
Sebelum menghasilkan produk dari teknik sablon ini, saya melakukan beberapa tahapan terlebih dahulu seperti berikut ini.
Melakukan Riset dan Persiapan
Hal yang pertama saya lakukan adalah melakukan riset tentang jenis-jenis plastik yang bisa digunakan untuk sablon plastik. Saya menemukan ada beberapa jenis plastik yang cocok, diantaranya adalah polystyrene, PET dan PVC. Jenis plastik yang saya pilih adalah PET karena jenis ini memiliki ketahanan yang sangat bagus terhadap bahan kimia dan air.
Setelah menemukan material yang tepat, kemudian saya membuat desain yang akan di sablon. Saya memanfaatkan aplikasi desain untuk membuat desain produk sesuai kebutuhan. Saat membuat desain, saya memastikan ukuran dan posisi desain sudah tepat agar cetakan lebih akurat.
Membuat Stensil
Membuat stensil merupakan proses yang sangat penting dan cukup sulit untuk dilakukan. Proses ini adalah proses mencetak desain pada media film yang transparan lalu menempelkan desain pada film sablon memakai metode exposing dengan sinar UV.
Setelah itu, saya langsung mencuci film agar bagian-bagian yang tidak dibutuhkan bisa hilang sehingga muncul pola yang bisa digunakan menjadi stensil. Kalau masih menemukan bagian yang tidak rapi, saya mencuci kembali agar rapi secara sempurna.
Mempersiapkan Media Cetak
Setelah stensil sudah siap barulah saya mempersiapkan media cetak yaitu lembaran plastik PET yang ukurannya sudah sesuai dengan kebutuhan. Selanjutnya, saya menempelkan stensil pada lembaran plastik tersebut dan memastikan stensil dapat menempel secara sempurna tanpa ada gelembung udara.
Selanjutnya, saya melakukan pewarnaan memakai cat sablon khusus untuk media plastik yang tahan bahan kimia dan air. Sebelum melakukan pewarnaan secara keseluruhan, saya melakukan uji coba terlebih dahulu untuk mengetes kekentalan cat supaya hasil cetakan tidak terlalu tipis dan tidak terlalu tebal.
Memulai Proses Sablon
Setelah selesai melakukan pewarnaan, selanjutnya saya memulai proses sablon dengan memanfaatkan meja sablon dan rakel. Saya perlahan-lahan mengoleskan cat secara merata di atas stensil, lalu menarik rakel dengan tekanan dan tenaga yang konsisten. Selama melakukan proses ini, saya memperhatikan bagian detail kecil dan bagian tepi supaya mendapatkan hasil yang maksimal.
Meskipun saya sudah berhati-hati, ternyata saya masih melakukan kesalahan yang mengakibatkan kegagalan. Contoh kesalahan yang saya lakukan adalah tidak menempatkan stensil di posisi yang tepat atau menggunakan cat terlalu banyak sehingga hasil cetak tidak rapi. Proses ini mengajarkan kepada saya betapa pentingnya ketepatan dan kecepatan supaya hasil cetak tidak kabur dan terlihat tajam.
Melakukan Proses Pengeringan
Setelah semua media sudah dicetak harus segera dikeringkan menggunakan metode yang benar. Saat melakukan proses pengeringan ini, saya memanfaatkan oven kecil agar proses pengeringannya bisa cepat selesai dan hasilnya tidak luntur ketika digunakan.
Setelah pengeringan selesai barulah dilakukan proses finishing seperti proses pemotongan, pengecekan kualitas hasil cetak dan mengemas produk. Proses ini saya lakukan secara teliti dan hati-hati karena proses finishing sangat mempengaruhi kualitas hasil sablon plastik.













