Perjalanan Emosional Ketika Kehilangan Seseorang Yang Dicintai

Spread the love

Kehilangan seseorang tidaklah mudah, apalagi kehilangan orang tersayang atau keluarga. Maka apapun yang terbaik dilakukan untuk penghormatan yang terakhir seperti memberikan tempat peristirahatan yang terakhir di pemakaman Al Azhar.

Al Azhar Memorial Garden memberikan fasilitas dan pelayanannya yang semakin baik setiap tahunnya. Dengan lingkungan yang semakin bersih, jalanan yang sangat bersih, staf yang ramah dan semakin berkembang yang diharapkan menjadi tempat peristirahatan terakhir yang terbaik. Sehingga sangat cocok untuk peristirahatan terakhir orang-orang tersayang dengan memberikan yang terbaik.

Kehilangan seseorang yang tersayang memang tidaklah mudah, maka jangan paksa diri untuk bersikap biasa saja ketika kehilangan seseorang yang paling disayangi. Perlu tahapan-tahapan tertentu yang dilalui sebelum perasaan normal kembali.

Tahapan Berduka Kehilangan Orang Yang Disayangi

Kehilangan tentu rasanya sangat tidak enak. Baik itu berupa benda berharga, kesempatan, hewan peliharaan yang semuanya membuat kita gigit jari. Bayangkan jika yang hilang yaitu seseorang yang sangat berarti tentu perasaan setelah kehilangan jauh lebih sakit dibanding hanya sekedar kehilangan barang.

Perasaan adalah hal yang cukup rumit. Susah dikatakan wajar dan tidak, apalagi jika ini soal perasaan yang sedih. Tentunya, semakin dekat kita dengan seseorang yang pergi tersebut maka semakin besar rasa kehilangan dan sedih yang kita rasakan.

Tidak ada cara yang spesifik untuk menghilangkan kesedihan karena kehilangan seseorang. Akan tidak bijaksana jika memaksakan seseorang, dan bahkan diri sendiri untuk bersikap baik-baik saja. Sebab semua orang memerlukan proses-proses penyesuaian untuk dirinya sendiri menyadari bahwa mau tidak mau ia harus terbiasa hidup tanpa seseorang yang pergi tersebut.

Berapa lama proses itu, semua tergantung dengan tiap individu. Ada orang yang cepat dan ada juga orang yang lama. Ada orang yang bisa bertahan dan ada juga orang membutuhkan bantuan.

Untuk sampai ke tahapan proses yang benar-benar baik-baik saja, manusia butuh melalui beberapa tahapan yang harus dilewati menurut teori, agar lebih jelasnya, mari simak penjelasannya berikut ini.

1. Penolakan

Pada saat seseorang dihadapkan dengan kehilangan, tentu kita berusaha untuk bertahan dari perasaan sakit emosional dengan menolak menerima kenyataan. Hal ini sering terjadi kepada seseorang yang ditinggal pergi tiba-tiba.

2. Muncul Kemarahan

Penolakan atau penyangkalan memang dapat membuat seseorang yang ditinggalkan menjadi nyaman namun tidak untuk orang-orang yang ada di sekitarnya dan telah menerima kepergiannya. Orang terdekat yang telah ditinggalkan akan marah, dan ia marah sebab orang lain yang berusaha memisahkan dunianya.

Di samping itu, rasa marah pun dapat terjadi karena kewalahan dalam memproses sesuatu setelah ditinggalkan dimana yang biasanya semua dilakukan bersama-sama, sekarang harus dilakukan sendiri. Tubuh, otak dan perasaan butuh waktu menyesuaikan semua itu.

Misalnya saja ada benda yang rusak di rumah, ketika masih ada pasangan, dialah yang membetulkannya bersama dengan Anda. Sekarang Anda berusaha memperbaiki benda tersebut sendirian. Nah, mungkin karena Anda tidak semahir pasangan tersebut yang telah pergi, maka Anda marah dan membanting benda tersebut, kemudian Anda bingung bagaimana cara hidup tanpa dia dan merasa tidak siap.

2. Mempertaruhkan Apapun Agar Dia Kembali

Berjanji melakukan apa saja supaya dia kembali adalah kalimat tawar menawar setelah ditinggal seseorang yang sering dilontarkan. Karena adanya penyesalan serta ketidakmampuan hidup tanpa orang yang disayangi tersebut. Seperti memberikan tempat peristirahatan terakhir yang terbaik di pemakaman Al Azhar adalah hadiah yang paling tepat sebagai penghormatan terakhir.

3. Depresi

Karena tidak bisa mendapatkannya lagi, Anda cenderung frustrasi, kemudian menarik diri dan menjauhi dari lingkungan sekitar. Hal ini merupakan ciri-ciri dari depresi yang sering kali muncul. Pada tahapan ini, tangisan dan amarah sudah mereda, yang tersisa hanyalah perasaan hampa saja.

4. Penerimaan

Depresi ternyata menjadi penyambung ke dalam tahap penerimaan. Pada saat sampai ke tahapan ini, tidak berarti tidak merasakan lagi kepedihan sama sekali. Kita hanya tidak menolak kenyataan lagi yang ada dan tak lagi di tahap berjuang untuk merubah keadaan. Dapat dikatakan bahwa semua sudah cukup disaat rasa lelah berubah menjadi pasrah.

Apakah Harus Melewati Tahapan Tersebut?

Tahapan-tahapan tersebut bukan tahapan yang pasti dan harus dilalui oleh semua orang. Seseorang yang kehilangan perasaannya itu rumit sekali. Maka teori di atas tidaklah mutlak dan hanya dapat dijadikan sebagai alat untuk membantu mengidentifikasi perasaan saja.

Bisa saja ada orang yang tidak melewati tahapan tersebut. Bisa juga melewati tahapan tersebut namun urutannya yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah orang yang ditinggalkan tersebut cepat ataupun lambat harus berada pada tahap penerimaan, terlepas dari apapun proses healing yang mereka hadapi sebelumnya.

Jika kehilangan orang yang paling disayang hingga membuat tertekan dalam dirinya, sulit tidur, dan muncul keinginan menyusul atau bunuh diri, maka jangan ragu meminta bantuan seorang psikolog klinis. Jika sudah sampai begini, akan sulit berada di tahap penerimaan.

Cara Membantu Orang Yang Kehilangan

Seperti yang telah disinggung tersebut di atas bahwa jangan memaksakan orang untuk langsung menerima keadaan. Waktu yang akan menyembuhkan lukanya. Jika Anda betul-betul peduli dan tidak ingin menyakiti lebih dalam, yang dapat dilakukan yaitu jadilah orang yang mudah untuk dihubungi.

Misalnya telepon atau via chat dan bahkan ketemu. Tidak harus muncul setiap hari tanpa diminta, sebab hal ini justru akan membuat merasa tidak nyaman.

Itulah penjelasan mengenai tahapan berduka seseorang setelah kehilangan orang yang ia cintai. Untuk memberikan penghormatan kepada orang yang ia cintai, memberikan tempat peristirahatan terakhir yang terbaik seperti pemakaman Al Azhar adalah pilihan yang tepat.

Visited 33 times, 1 visit(s) today